Adsensecamp

Kamis, 16 Februari 2012

Surat Untuk Sang Waktu

kepada pagi yg cerah tolong sampaikan kepada malam yang gelap yang selalu menyelimuti mimpi, bahwa hari ini kau kan datang menjemputnya dan akan mengajariku tuk membuka selimut malam dan menatihku berlari tuk mewujudkan impianku...

kepada siang yang terik, tolong sampaikan trimakasihku kepada pagi karena telah mengajariku membuka mata dan berlari hingga aku disini menjejakan kakiku disiang ini, dimana seluruh peluhku ku persembahkan untuk siang ini, siang dimana mimpiku telah aku genggam...

kepada senja yang hangat dan indah, sampaikanlah kepada siang terimakasihku yang besar, karena telah bersedia menjadi tempat berlabuhnya mimpiku, dan mengantarku dengan sabar kepadamu, kepada senja dimana sudah saatnya aku mulai mengusap peluhku, meluruskan kakiku, dan menyandarkan punggungku sambil menikmati keindahan langit senjamu yang menawan...

kepada malam yang gelap dan dingin, sampaikan kepada senja hari terimakasih yang tak terrhingga dariku untuknya, karena telah bersedia menjadi tempat bagiku untuk beristirahat dan menyuguhiku sebuah panorama senja yang menakjubkan...
dan tak lupa sampaikan juga kepada pagi dan siang hari ucapan selamat tinggal dan sampai jumpa, karena mereka telah menjadi teman dan sejarah dalam perjuangan dan perjalanan hidupku, mereka adalah alur hidup yang tak terlupakan...
dan untukmu malam hari, maaf karena sesungguhnya engkau adalah yang paling tidak ingin ku temui, karena engkau adalah waktu dimana aku harus mengakhiri hari yang menyenangkan ini..
tapi aku juga ingin berterima kasih karena kau telah bersedia menjadi tujuan akhir hidupku, dimana semua perjuangan, keringat, tenaga dan segalanya harus ku istirahatkan, dan memberiku banyak waktu luang untuk istrahat dalam gelapmu, gelap yang menenangkan jiwaku, hingga aku dapat melupakan "ketidak" sukaanku terhadapmu..

dan terimakasih untuk setiap waktu yang telah kalian semua luangkan untukku....

Itu Hanya Segelas Bir Yang getir

“Itu hanya segelas bir yang getir”
Fikirku ketika kulihat seorang  yang sedang duduk di dalam cafe di depan segelas bir yang tak lagi berbuih. Dia terlihat kalut dengan dasi yang terpasang sekenanya di kerah bajunya, rambut yang tak tahu kmana arah tujuannya,dan matanya yang berkantung mempertegas betapa dia sedang dalam kekalutan.
Ketika kudekati terlihat paras yang tak asing di mataku, paras yang selama ini terlihat bahagia dengan segala hal yang dia inginlan dapat dengan mudah terwujudkan. Dia seorang eksekutif muda yang bisa dibilang berhasil menjemput impiannya. “tapi apa yang dia lakukannya dengan keadaanya sekarang ini..???”, aku hanya bertanya dalam benakku.
Ku dekati perlahan, dan akupun duduk di hadapannya karena penasaran.”siapa kamu...?,malaikat maut...??”, tanyanya dengan mata yang sayup, terlihat putus asa dan tak tergambar harapan di dalamnya. “bukan pak..., saya disha tetangga bapak...”, jawabku.”mungkin bapak belum pernah melihat saya, karena saya perhatikan hampir setiap hari bapak tidak ada dirumah.” Lanjutku.”owh...” jawabnya singkat. “tumben sekali bapak mampir kesini...??”, tanyaku berusaha mencairkan suasana.”iya, sedang apa kamu disini..??” balasnya dengan sedikit ketidaksadaran bersamanya karena bir yang telah ia minum sebelumnya.”saya bekerja di cafe ini pak, part time sambil kuliah... bapak perlu teman..??” tanyaku melihat kondisinya yang sepertinya sedang dalam kebimbangan.
“semuanya hancur....!!”, tiba2 ia memukul meja dengan keras.”semuanya hanya tinggal impian yang mati, mimpi yang sudah lama ku bangun sekarang hanya tinggal puing2 yang tak lagi berguna..,.”. “jadi bapak kesini hanya sebagai tempat pelarian masalah..??”
“tapi itu hanya segelas bir yang getir, seberapa banyak engkau menghabiskan, takkan pernah bisa mengembalikan hal yang hilang..” fikirku.
“Coba ceritakan pak, mungkin bisa melegakan nafas bapak..” ajakku.lalu dia menunduk dan berkata, “disini bukan tempat pelarian, hanya untuk sejenak melupakan masalah....namanya nadia, orang yang selama ini aku cinta, hampir seluruh jiwa dan raga telah kucurahkan untuk nadia. Dia perempuan yang luar biasa, mulanya memang tak mudah mendapatkannya, butuh perjuangan yang hebat untuk mendapatkan nadia, jangankan memiliki, untuk mendekatinya merupakan hal yang luar biasa susah, butuh perjuangan, berharap nadia memiliki perasaan yang sama..”.
 ku perhatikan, raut wajahnya berubah seperti sedang mengenang seseorang yang sangat berharga di hidupnya.dengan sesekali meneguk bir yang tak lagi berbuih di hadapannya.


“itu bukan perjuangan yang sebentar, hingga akhirnya saya berhasil membuat nadia memiliki perasaan yang sama. Tapi.....” ceritanya terhenti sejenak.”tapi apa pak..?” tanyaku. Setelah kembali meneguk bir, dia kembali menceritakan kisahnya,”tapi.....hal yang paling saya elakan pun terjadi,nadia pergi dari hidup saya,semua harapan,janji,impian pergi bersama nadia, orang yang selama ini ku cinta,orang yang berharga  dalam hidup saya...bila bisa membuatnya kembali, akan kuberikan segalanya, meski segala yang ku punya....”.
Kulihat air mata mengalir bersama dengan diteguknya kembali segelas bir yang tak lagi berbuih itu.
“harapan itu akan selalu ada,  dan orang yang punya harapan adalah orang yang punya segalanya...”jawabku, dia hanya tersenyum dan berkata,”tapi harapan itu tidak bisa mengmbalikan nadia...”.”dan itulah hidup, dan hidup seperti segelas bir, kita bisa memesan berapapun bir yang kita mau,kita bisa meneguk bir sebanyak yang kita mau, kita bisa mengembalikan buih bir yang telah hilang, tapi bir yang kita pesan itu bukanlah bir yang sama dengan bir yang telah kita teguk,buih yang terbentuk buakanlah buih yang sama dengan buih yang telah hilang, dan bir yang telah kita teguk takkan bisa kita kembalikan lagi ke dalam gelas..”kataku.

dan itu hanya segelas bir yang getir, seberapa banyak engkau menghabiskan, takkan pernah bisa mengembalikan hal yang hilang..

“apa hubungannya hidup dengan bir...??”tanyanya. “hidup akan mengganti hal yang telah hilang itu dengan hal yang lebih baik, seperti halnya bir, mereka terlihat seperti bir yang sama di tiap tegukkan, tapi sesungguhnya mereka bir yang berbeda, dan bir yang berbeda itu menggantikan bir yang telah terteguk...”lalu dia tersenyum, diam dan menunduk memandangi segelas bir yang tak lagi berbuih dan hampir tak tersisa, seperti memikirkan segala obrolan yang kami bicarakan.
Hampir sepanjang malam itu dia bercerita, meluapkan segala kekalutan dan kegundahan hatinya. Dan malam itupun aku mendapat hal yang berharga, bahwa hal yang sesungguhnya kita tuju bukanlah materi. Tapi, hal yang kita tuju adalah kebahagiaan dan kasih sayang karena, kebahagiaan dan kasih sayang itu takkan pernah bisa tergantikan dengan berapapun materi yang kita miliki. Dan hidup akan selalu memberi hal yang terbaik. Dan kenangan indah yang hilang akan membuat kita belajar untuk melepaskannya seperti seteguk bir.

dan itu hanya segelas bir yang getir, seberapa banyak engkau menghabiskan, takkan pernah bisa mengembalikan hal yang hilang..

perkenalan

hai, gw riswano, bisa lu panggil "riswanto","wanto","anto" atau apalah yang menurut lu enak di denger...(hehehe..)
ini hari, pertama gw nyoba yang namanya "ngeblog", jadi ya maaf aja kalo agak2 norak...(hahaha), jadi gw belum ada rencana mau nulis apa..?,tentang apa? jdi gw biarin ide itu ngalir gitu aja...

tentang diri gw, gw cowok..(yaiyalah, lo feekeeeerrrr??), lahir di salah satu kabupaten di jawa tengah namanya kabupaten Grobogan (ada yang pernah denger..?? emang agak freak , emang siapa yang mau tinggal di daerah yang namanya "Grobog"...hahaha), tanggal 6 juni 1992,
gw suka sheila on 7 (bisa di bilang gw sheilagank walaupun gw g terlalu tau banyak tentang mereka...),
gw punya mimpi buat bisa nyanyi satu panggung bareng mereka ya, gw tau suara gw aneh musik kemana, suara kemana??? hahaha...
jadi kayak ayu ting-ting donk (kemana, kemana, kemana........) gubraaakkk....!!!
gw punya banyak mimpi, dan gw orang yang berharap kalo mimpi itu suatu saat bisa gw raih.....
sekarang gw tinggal di tangerang,sebenernya masih banyak yang pengen gw expose tentang diri gw, tapi gw rasa dah cukup lah segini (kalo kebanyakan malah kaya mau ngelamar kerja tar gw...hahaha...)
dan salam blogger.......
hehehe...:D